Pesta Adat Reba: Perayaan Panen yang Menghidupkan Kearifan Lokal Borong
Pesta Adat Reba di Borong tahun 2025–2026 kembali digelar dengan meriah, menghidupkan tradisi panen dan kearifan lokal masyarakat Manggarai. Simak kisahnya di sini.

Ringkasan Cepat (Key Facts)
- Pesta Adat Reba merupakan tradisi tahunan masyarakat Manggarai di Borong untuk merayakan panen.
- Acara tahun 2025–2026 menampilkan tarian reba tradisional, ritual adat, dan kuliner khas.
- Lokasi utama perayaan dipusatkan di Lapangan Kumba, Borong.
- Tiket masuk gratis, tetapi pengunjung dianjurkan membawa sumbangan untuk keperluan adat.
- Pemerintah setempat memperkenalkan gelar 'Duta Reba' untuk melestarikan budaya ini.
Makna dan Sejarah Pesta Adat Reba
Pesta Adat Reba telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat Borong sejak ratusan tahun lalu. Tradisi ini bermula sebagai ungkapan syukur atas hasil panen yang melimpah. Tahun 2025–2026, makna tersebut semakin ditekankan melalui berbagai ritual adat yang mengajarkan nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap alam. Menurut Kepala Adat setempat, Reba bukan sekadar pesta, melainkan juga sarana untuk melestarikan warisan budaya Manggarai.
Rangkaian Acara yang Meriah
Pesta Adat Reba tahun 2025–2026 menawarkan beragam kegiatan menarik. Pagelaran tarian reba, yang dilakukan oleh kelompok penari yang mengenakan pakaian tradisional, menjadi puncak acara. Selain itu, terdapat ritual Caci, yaitu pertarungan menggunakan cambuk dan perisai, yang melambangkan keberanian. Pengunjung juga dapat menikmati kuliner khas seperti jagung bose dan wai lako yang dijual dengan harga berkisar Rp15.000 hingga Rp30.000 per porsi.
Dampak Sosial dan Ekonomi
Pesta Adat Reba tidak hanya menjadi ajang budaya, tetapi juga mendongkrak perekonomian lokal. Tahun 2025–2026, jumlah pengunjung diperkirakan mencapai 10.000 orang, termasuk wisatawan domestik dan mancanegara. Para pelaku usaha kecil, seperti penjual suvenir dan makanan tradisional, merasakan dampak positifnya. Pemerintah Borong juga memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan pariwisata daerah, dengan mendorong kampanye 'Borong: Kota Budaya'.
Orang Juga Bertanya
Apa yang harus dipakai saat menghadiri Pesta Adat Reba?
Pengunjung disarankan mengenakan pakaian santap tetapi sopan. Jika ingin lebih tradisional, bisa mengenakan kain tenun khas Manggarai.
Apakah ada biaya masuk untuk Pesta Adat Reba?
Tiket masuk gratis, tetapi pengunjung dianjurkan membawa sumbangan sukarela untuk mendukung kegiatan adat.
Bagaimana cara mencapai Borong untuk Pesta Adat Reba?
Borong dapat dicapai dengan pesawat ke Labuan Bajo, dilanjutkan dengan perjalanan darat sekitar 3 jam. Transportasi umum seperti bus juga tersedia.
Apa saja yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh?
Pengunjung dapat membeli kain tenun Manggarai, kopi khas Borong, dan kerajinan tangan tradisional dengan harga mulai Rp100.000.